Training dan Workshop Fiqh Muamalah Eksekutif on Islamic Banking and Finance 2010 Angkatan IV, V, VI, VII

Perkembangan perbankan dan keuangan syariah bergerak dengan cepat baik di panggung internasional maupun nasional. Produk-produk inovatif bermunculan secara revolutif. Design-design kontrak multi-akad (hybrid) menjadi tak terhindarkan, yang terkadang membuat produk perbankan dan keuangan, fatwa-fatwa syariah di IndoNesia dan materi kompilasi hukum Islam di menjadi ketinggalan. Para praktisi perbankan dan keuangan syariah serta pakar ekonomi Islam harus memahami dengan baik perkembangan mutakhir tentang inovasi produk perbankan dan keuangan syariah.

Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pusat dan Iqtishad Consulting bekerjasama menyelenggarakan Training and Workshop Fiqh Muamalah Kontemporer for Islamic Banking and Finance. Kegiatan ini didukung oleh, Asosiasi Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO), DPP Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES) dan Islamic Banking (iB).

Iqtishod Consulting telah berhasil melaksanakan Training sebanyak 3 Angkatan dengan sukses secara berturut-turut, akabat dari membludaknya peserta. Peserta yang telah mengikuti Training Eksekutif ini antara lain berasal dari Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri, Bank Mega Syariah, Bank BRI Syariah, Bank BNI Syariah, Bank BTN Syariah, Bank Sumut Syariah, Pegadaian Syariah, Departemen Keuangan, Bapepam LK, Dosen Pascasarjan FH UI, Pascasarjana PSTTI Universitas Indonesia, Notaris/ PPAT, dan para Doktor Syariah dari UIN/IAIN, Universitas Az-Zahra, PT.Sarana Multi Finance Griya, dll.
Untuk Angkatan IV, yang akan digelar di Jakarta, 12 – 13 Februari 2010, hampir penuh, hanya tersisa beberapa orang lagi. Peserta yang sudah datar berasal dari BCA Syariah, CIMB Niaga Syariah, Bank Muamalat, PNM, Dosen Unpad Bandung, UI, Semarang, dll. Juga BII Syariah (tentatif)

Bagi anda pejabat dan praktisi bank syariah dan LKS, Notaris, dosen, mahasiswa pascasarjana, hakim agama, notaris, pengacara yang ingin memahami produk, kontrak dan fitur-fitur terbaru lembaga perbankan dan Lembaga keuangan syariah, harus mengikuti training ini. Training ini akan memberikan pemahaman kepada anda dalam melakukan inovasi produk perbankan dan keuangan syariah, aplikasi dan tinjauan hukum syariah dan perspektif yang komprehensif

TUJUAN:
1. Melahirkan direksi, kepala divisi dan officer bank syariah dan lembaga keuangan syariah yang memahami fitur dan kontrak – kontrak syariah kontemporer, filosofi dan inovasi produk secara syariah.
2. Melahirkan DPS dan calon DPS yang berkualitas dan berkompeten di bank dan LKS.
3. Melahirkan notaris syariah yang memahami kontrak-kontrak kontemporer di dunia perbankan dan keuangan syariah.
4. Melahirkan konsultan bisnis syariah yang menguasai issue-issue fiqh muamalah dan finance kontemporer.
5. Untuk melahirkan dosen fiqh muamalah yang memahami aplikasi design akad
kontemporer di perbankan dan lembaga keuangan syariah Kontemporer di perbankan dan lembaga keuangan syariah.
6. Mencetak dosen ekonomi Islam (mikro, makro) yang memahami fiqh muamalah dan ushul fiqh.

SASARAN PESERTA :

Officer Bank Syariah, Direksi/Ka.Divisi Bank, dan LKS, Notaris. Hakim, Dewan Pengawas Syariah (DPS), Pejabat Depkeu,Dosen hukum dan ekonomi Islam, Mahasiswa S3 dan S2 Syari’ah dan Ekonomi Islam, Direktur BPRS/ BMT, pengacara, Staf Legal Corporate, Calon Dewan Pengawas Syariah, dll.
Materi Training dan workshop :

Hari ke-I :
1. Evolusi Akad dalam Sejarah Fiqh Islam
2. Aplikasi enam design multi akad (hybrid contract), pembiayaan take over.
3. Enam model pembiayaan syirkah mutanaqishah untuk property dan konsumsi.
4. Penerapan multi akad (al-‘ukud al-murakkabah) di perbankan dan LKS.
5. Inovasi model-model funding products for Islamic banking.
6. Lima macam bentuk mudharabah dan aplikasinya di perbankan syariah.
7. Perspektif ushul fiqh dan maqoshid syariah tentang profit distribution : revenue sharing, gross profit, dan profit and loss sharing (PLS).

Hari ke-II :
1. Foreign exchange secara syariah (design akad Islamic swap, hedging syariah, qobath hukmi dan qobath hissy.
2. Aplikasi enam design akad-akad kartu kredit (bithoqoh al-‘iktiman).
3. Design akad pembiayaan multi jasa dan ketentuan syariahnya.
4. Design Akad Untuk pembiyaan Rekening Koran Syariah.
5. Jaminan dan Aplikasi Rahn ‘Iqor (rosmi), Rahn Hiyazi dan Rahn Musta’ar pada collateral / jaminan dan rahn tasjily pada pegadaian.
6. Issue-issue penting lainnya : REPO syariah (repurchase agreement) Surat Berharga dan aktiva produktif, sekuritisasi piutang (Bay’ Dayn) , restrukturisasi (pembiayaan bermasalah), rescheduling, reconditioning, SBI Syariah, design kontrak sukuk SBSN dan corporate.
7. Penerapan wakalah bil ujrah pada : L/C, anjak piutang, reksa dana, general insurance, deposito.
8. Aplikasi qardh pada pembiayaan take over, pegadaian, kartu kredit, Islamic swap, L/C import, minus underwriting pada asuransi, dll.

Trainer : Agustianto (Sekjen IAEI Pusat)

Waktu dan Tempat pelaksanaan :
1.Angkatan IV (Kelas Advance) di Jakarta

Tanggal : 12 s/d 13 Februari 2010. (Jumat dan Sabtu)
Pukul : 09.00 – 17.00 Wib setiap hari.
Tempat : iB SiAga Training Room
Kantor Pusat Masyararakat Ekonomi Syariah
Jl.Setia Budi Tengah No 29. Kuningan Jakarta

2. Angkatan V (Kelas Intermediate) di Jakarta
Tanggal : 16 s/d 17 Februari 2010. (Selasa dan Rabu)
Pukul : 09.00 – 17.00 Wib setiap hari.
Tempat : iB SiAga Training Room
Kantor Pusat Masyararakat Ekonomi Syariah
Jl.Setia Budi Tengah No 29. Kuningan Jakarta

3.Angkatan VI (Kelas Advance) di Yogyakarta

Tanggal : 20 s/d 21 Februari 2010. ( Sabtu dan Minggu)
Pukul : 09.00 – 17.00 Wib setiap hari.
Tempat : Gedung Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

4.Angkatan VII (Kelas Advance) di Jakarta.

Tanggal : 26 s/d 27 Februari 2010. (Jumat dan Sabtu)
Pukul : 09.00 – 17.00 Wib setiap hari.
Tempat : iB SiAga Training Room
Kantor Pusat Masyararakat Ekonomi Syariah
Jl.Setia Budi Tengah No 29. Jakarta.

SYARAT PESERTA UNTUK ADVANCE :
1. Sudah memahami konsep dasar perbankan syariah, dasar Islamic Finance dan produk-produknya.
2. Sudah memahami fiqh muamalah klasik dan perbandingan mazhabnya.
3. Diutamakan sudah memahami ushul fiqh atau pernah mengikuti kuliah ushul fiqh.

Fasilitas:
Modul Training, , Makan Siang. Snack & Coffe Break, HotSpot, Ruang Klas ber-AC, CD Materi, dan Sertifikat dari MES,IAEI,Trainer dari DSN untuk kegiatan di Jakarta)

Biaya :
Pendaftaran perorangan : Rp. 1.250.000 (Untuk Jakarta)
Group Min.3 Orang : Rp. 1.000.000/peserta

Catatan : Mulai Angkatan VIII biaya perorang Rp 1.500.000,- perorang.

# Penutupan Pendaftaran: 3 Hari sebelum hari H (Jika tempat masih tersedia)

CP dan Tempat Pendaftaran:
Joko Wahyuhono (Kantor MES Pusat)
Hp. 021-9185 9977 / 085716962518
Email: iqtishodconsulting@gmail.com, dimasjoko@gmail.com

“TRAINING DAN WORKSHOP FIQH MUAMALAH ADVANCE ON ISLAMIC BANKING AND FINANCE 2010”

Perkembangan perbankan dan keuangan syariah bergerak dengan cepat baik di panggung internasional maupun nasional. Produk-produk inovatif bermunculan secara revolutif. Design-design kontrak multi-akad (hybrid) menjadi tak terhindarkan, yang terkadang membuat produk, fatwa syariah dan materi kompilasi hukum Islam di Indonesia menjadi ketinggalan. Para praktisi perbankan dan keuangan syariah serta pakar ekonomi Islam harus memahami dengan baik perkembangan mutakhir tentang inovasi produk perbankan dan keuangan syariah.

Untuk itu Iqtishad Consulting menyelenggarakan Training and Workshop Fiqh Muamalah Kontemporer for Islamic Banking and Finance. Kegiatan ini didukung oleh DPP Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pusat, Asosiasi Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO), Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES) dan Islamic Banking (iB).

Iqtishod Consulting telah berhasil melaksanakan Training Angkatan pertama yang diikuti sebanyak 20 Peserta dari beberapa Lembaga antara lain: Notaris / PPAT, Bank Muamalat, Bank Syariah Mandiri, Pegadaian Syariah, Departemen Keuangan, BRI Syariah, Bank Syariah Mega Indonesia, PSTTI Universitas Indonesia, Universitas Az-Zahra, PT.Sarana Multi Griya. Dan angkatan ke-2 diikuti oleh empat notaris dari medan, dan empat notaris juga staff legal coorporate dari pekanbaru, CIMB Niaga, lima peserta dari BAPEPAM-LK Biro Peransuransian, BNI Syariah, PSTTI UI,

Bagi anda dosen, mahasiswa pascasarjana, praktisi perbankan dan lembaga keuangan Syariah, hakim agama, notaris, pengacara yang ingin memahami produk, kontrak dan fitur-fitur terbaru lembaga perbankan dan Lembaga keuangan syariah, harus mengikuti training ini. Training ini akan memberikan pemahaman kepada anda dalam melakukan inovasi produk perbankan dan keuangan syariah, aplikasi dan tinjauan hukum syariah dan perspektif yang komprehensif

TUJUAN:

1. Untuk melahirkan dosen fiqh muamalah yang memahami aplikasi design akad kontemporer di perbankan dan lembaga keuangan syariah Kontemporer di perbankan dan lembaga keuangan syariah.

2. Melahirkan Notaris Yang memahami kontrak-kontrak syariah di Perbankan dan Lembaga Keuangan Syariah.

3. Melahirkan DPS dan calon DPS yang berkualitas dan berkompeten.

4. Melahirkan konsultan bisnis syariah yang menguasai issue-issue fiqh muamalah dan finance kontemporer.

5. Mencetak dosen ekonomi Islam (mikro, makro) yang memahami fiqh muamalah dan ushul fiqh.

6. Melahirkan direksi & kepala divisi bank dan lembaga keuangan syariah yang memahami kontrak- Kontrak syariah, filosofi dan inovasi produk secara syariah.

SASARAN PESERTA :

Officer Bank Syariah dan LKS, Mahasiswa S2 dan S3 Syari’ah dan Ekonomi Islam, notaris, pengacara, hakim, staf legal corporate, Calon Dewan Pengawas Syariah, Dosen Ekonomi Islam dan Dosen Fiqh Muamalah dll.

SYARAT PESERTA :

1. Sudah memahami konsep dasar perbankan syariah, dasar Islamic Finance dan produk-produknya.
2. Sudah memahami fiqh muamalah klasik dan perbandingan mazhabnya.
3. Diutamakan sudah memahami ushul fiqh atau pernah mengikuti kuliah ushul fiqh.

Materi Training dan workshop :
Hari ke-I :

1. Aplikasi enam design multi akad (hybrid contract), pembiayaan take over.
2. Aplikasi enam design akad-akad kartu kredit (bithoqoh al-‘iktiman).
3. Enam model pembiayaan syirkah mutanaqishah untuk property dan konsumsi.
4. Lima macam bentuk mudharabah dan aplikasinya di perbankan syariah.
5. Penerapan multi akad (al-‘ukud al-murakkabah) di perbankan dan LKS.
6. Enam model funding products for islamic banking.
7. Penerapan wakalah bil ujrah pada : L/C, anjak piutang, reksa dana, general insurance, deposito.

Hari ke-II :

1. Foreign exchange secara syariah (design akad Islamic swap, hedging syariah, qobath hukmi dan qobath hissy.

2. Design akad pembiayaan multi jasa dan ketentuan syariahnya.

3. Fitur dan design kontrak pada financing products in Islamic banking on the world.

4. Perspektif ushul fiqh dan maqoshid syariah tentang profit distribution : revenue sharing, gross profit, dan profit and loss sharing (PLS).

5. Aplikasi rahn ‘iqor (rosmi) dan rahn hiyazi, pada collateral / jaminan dan rahn tasjily pada pegadaian.

6. Issue-issue penting lainnya : REPO syariah (repurchase agreement) dan aktiva produktif, pembiayaan rekening koran syariah, restrukturisasi (pembiayaan bermasalah), rescheduling, reconditioning, SBI Syariah, design kontrak sukuk SBSN dan corporate.

7. Aplikasi qardh pada pembiayaan take over, pegadaian, kartu kredit, Islamic swap, L/C import, minus underwriting pada asuransi, dll.

Waktu pelaksanaan :
Tanggal : 12 s/d 13 Februari 2010. (Jumat dan Sabtu)
Pukul : 09.00 – 17.00 Wib setiap hari.

Tempat : iB SiAga Training Room
Kantor Pusat Masyararakat Ekonomi Syariah
Jl.Setia Budi Tengah No 29. Jakarta.

Profil Trainer

Agustianto adalah Sekjend DPP Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) dan Trainer pada International Islamic Banker Management Trainee Program for Certified Islamic Banking Produtcs dan berpengalaman bertahun-tahun sebagai Advisor Bank Muamalat Indonesia. Sebagai seorang akademisi, beliau adalah dosen pascasarjana bidang fiqh muamalah ekonomi keuangan kontemporer, hukum perbankan Syariah, dan ushul fiqh ekonomi keuangan di beberapa universitas terkemuka di Indonesia antara lain : dosen Pascasarjana Ekonomi dan Keuangan Syariah PSTTI Universitas Indonesia (UI), dosen Pascasarjana Islamic Economics and Finance Universitas Trisakti, dosen Pascasarjana Manajemen Perbankan dan Keuangan Syariah di Universitas Paramadina, dan Dosen Pascasarjana Ekonomi Islam Universitas Az-Zahra, Dosen Pascasarjana Ekonomi Islam STAIN, Dia juga mengajar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Universitas Prof. Dr HAMKA. Dalam organisasi MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) beliau dipercaya sebagai Ketua Departemen MES bidang Pembinaan Anggota dan Pengembangan Wilayah. Selain itu beliau cukup banyak membimbing thesis mahasiswa pascasarjana terkait perbankan dan keuangan Islam serta aplikasi kontrak-kontrak syariah di perbankan dan keuangan syariah.

Sebagai tokoh yang ahli di bidang perbankan dan keuangan syariah, beliau juga diamanahkan sebagai Dewan Pengawas Syariah (DPS) di beberapa Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia, seperti PT. Modal Ventura Syariah, DPS di Asuransi Syariah Jasa Raharja Putra, dan DPS pada Waqf Fund Manajemen. Beliau juga adalah instruktur (narasumber) pada Forum Doktor Ekonomi Islam for Comtemporary Fiqh Muamalah Studies, juga nara sumber utama pada Forum Ulama Timur Tengah untuk Kajian Fiqh Muamalah Kontemporer.

Selain aktif sebagai pembicara pada berbagai forum seminar dan workshop baik nasional maupun internasional, beliau juga adalah penulis produktif tentang ekonomi Islam di berbagai media massa nasional cetak dan elektronik serta menjabat sebagai Dewan Redaksi Majalah Sharing, majalah ekonomi syariah paling terkemuka di Indonesia. Dia tidak saja menguasai ilmu ushul fiqh ekonomi keuangan dan konsep fiqh muaalah kontemporer tetapi juga memahami praktek operasionalnya di perbankan. Keahliannya tentang teknis operasional tersebut dikarenakan beliau telah berpengalaman menguji (debrief) lebih dari 1000an karyawan dan officer bank syariah di seluruh Indonesia tentang tingkat pemahaman mereka mengenai perbankan syariah dan aplikasi akad-akad muamalah di dalamnya. Pendidikannya S1 dan S2 Bidang Syariah dan S3 di Program Doktor Ekonomi Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Fasilitas: :

Modul Training

Sertifikat

Makan Siang

Snack & Coffe Break

HotSpot

Ruang Klas ber-AC

CD Materi

Biaya :
Pendaftaran perorangan : Rp. 1.250.000

5 orang pendaftar pertama : Rp. 1.000.000

Group Min.3 Orang : Rp. 1.000.000/peserta

# Penutupan Pendaftaran: 5 Februari 2010

Pendaftaran:

Joko Wahyuhono

Hp. 021-9185 9977 / 085716962518

Email: iqtishodconsulting@gmail.com, dimasjoko@gmail.com

==============================
============================== ==========

FORMULIR PENDAFTARAN PESERTA
TRAINING DAN WORKSHOP
FIQH MUAMALAH ADVANCE

Tanggal 12 – 13 Februari 2010,
Kantor Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah
Jl. Setiabudi Tengah No.29 Setiabudi Jakarta 12910
Didukung DPP IAEI, MES, ASBISINDO dan PKES

DATA PRIBADI

Nama Lengkap : ………………………… ………………………… .

Tempat & Tanggal Lahir : ………………………… . …………………………
Alamat : ………………………… ………………………… .
………………………… ………………………… .
No. HP : ………………………… …………………………
No. Telepon : ………………………… . …………………………
No. Faks : …………………………………………..
E-mail : ………………………………………………
N
PEKERJAAN

Pekerjaan : ……………………………………………
Nama Lembaga/Instansi :…………………………………………
Alamat Lembaga/Instansi :……………………………………………

No. Telepon : …………………………………………
No. Faks : …………………………………………

Dengan ini saya menyatakan bersedia menjadi peserta dan mematuhi segala ketentuan yang ditetapkan panitia.

Jakarta, ……………………..2010

Tanda Tangan Peserta

(……………………………….)

Note:

• Biaya Pelatihan ditransfer ke:
no. rekening: 2467009362
an. Joko Wahyuhono
Bank Syariah Mandiri KCP Jakarta Cakung

No.Rekening: 7020007098
An. Joko Wahyuhono
Bank DKI Syariah KCP Pondok Indah

• Bukti transfer dan formulir pendaftaran harap di-fax ke No. 021 – 52901083

PAKET TAHUN BARU ISLAM 1431 H TRAINING DAN WORKSHOP EKSEKUTIF FIQH MUAMALAH KONTEMPORER FOR ISLAMIC BANKING AND FINANCE

Dalam rangka memeriahkan Tahun Baru Islam 1431 H, kami menggelar Training dan Workshop Fiqh Muamalah Kontemporer for Islamic Banking and Finance untuk Level Advance. Materi training yang dipresentasikan pertama di Indonesia. Momentum Tahun baru Hijriyah diharapkan memberikan spirit bagi kebangkitan dan kemajuan ilmu ekonomi syariah dan aplikasinya di Indonesia.
Bagi anda yang ingin memahami produk dan fitur-fitur terbaru lembaga perbankan dan keuangan syariah, harus mengikuti training ini. Training ini akan memberikan pemahaman kepada anda dalam melakukan inovasi produk perbankan dan keuangan syariah.
Event ini dilaksanakan di hari libur panjang, persis tanggal 1 dan 2 Muharram 1431 H. Tepatnya :
Tanggal : 18 sd 19 Desember 2009. (Jumat dan Sabtu)
Pukul : 09.00 – 17. Wib setiap hari.
Tempat : Gedung Masyararakat Ekonomi Syariah (MES Pusat)
Jl.Setia Budi Tengah No 29. Jakarta. Telp. 021.91859977. Fax 021 52901083

Materi Training :
Hari ke-I :
1. Aplikasi enam design multi akad (hybrid contract), pembiayaan take over
2. Aplikasi enam design akad-akad kartu kredit (bithoqoh al-‘iktiman)
3. Profit distribution : revenue sharing, gross profit, dan profit and loss sharing (PLS)
4. Enam model pembiayaan syirkah mutanaqishah untuk property dan konsumsi
5. Lima macam bentuk mudharabah dan aplikasinya di perbankan syariah
6. Penerapan multi akad (al-‘ukud al-murakkabah) di perbankan dan LKS
7. Enam model funding products for islamic banking
8. Penerapan wakalah bil ujrah pada : L/C, anjak piutang, reksa dana, general insurance, deposito
9. Aplikasi qardh pada pembiayaan take over, pegadaian, kartu kredit, Islamic swap, L/C import, minus underwriting pada asuransi, dll.
Hari ke-II :
1. Foreigt exchange secara syariah (design akad Islamic swap, hedging syariah, qobath hukmi,qobath hissy.
2. Design akad pembiayaan multi jasa dan ketentuan syariahnya.
3. Fitur dan design kontrak pada financing products in Islamic banking on the world
4. Analisis dan Studi Kritis terhadap kontekstualisasi dan aktualisasi fatwa DSN
5. Inovasi qawa’id fiqh macro economics (moneter, fiskal, public finance )dan micro economic dan finance
6. Aplikasi rahn ‘iqor (rosmi) dan rahn hiyazi, pada collateral / jaminan serta Rahn musta’ar.
7. Issue-issue penting lainnya : REPO syariah (repurchase agreement) dan aktiva produktif, pembiayaan rekening koran syariah, restrukturisasi (pembiayaan bermasalah), rescheduling, reconditioning, SBI Syariah, design kontrak sukuk SBSN dan corporate.

Tujuan :
1. Untuk melahirkan ilmuwan dan dosen ekonomi syariah dan fiqh muamalah yang memahami aplikasi design akad kontemporer di perbankan dan lembaga keuangan syariah
2. Melahirkan DPS dan calon DPS yang berkualitas dan berkompeten
3. Melahirkan konsultan bisnis syariah yang menguasai issue-issue fiqh muamalah dan finance kontemporer
4. Mencetak dosen ekonomi Islam (mikro, makro, akuntansi, keuangan) yang memahami fiqh muamalah dan ushul fiqh.
5. Melahirkan direksi & kepala divisi bank dan lembaga keuangan syariah yang memahami kontrak-kontrak syariah, filosofi dan inovasi produk secara syariah
6. Melahirkan hakim Pengadilan Agama yang memahami teknik operasional dan aspek hukum perbankandan keuangan syariah
7. Melahirkan notaris dan pengacara yang memahami kontark-kontak syariah termodern (terbaru)
Sasaran :
1. Praktisi Perbankan dan Keuangan Syariah
2. Mahasiwa/alumni S2 dan S3 Ekonomi Islam, Hukum Bisnis Islam dan Ilmu terkait lainnya.
3. Konsultan Bisnis Syariah
4. Guru besar Ilmu syariah di UIN, IAIN, dan STAIN/STAIS
5. Dewan Pengawas Syariah (DPS) dan calon DPS
6. Para Direksi Bank-bank Syariah dan Lembaga Keuangan Syariah (LKS)
7. Dosen Fiqh Muamalah di Perguruan Tinggi seluruh Indonesia
8. Dosen Ekonomi Islam di Perguruan Tinggi seluruh Indonesia
9. Hakim Tinggi PTA dan Hakim Pengadilan Agama, Pengacara dan Notaris
Profil Trainer Agustianto
Agustianto adalah Sekjend DPP Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) dan Trainer pada International Islamic Banker Management Trainee Program for Certified Islamic Banking Produtcs serta berpengalaman bertahun-tahun sebagai Advisor Bank Muamalat Indonesia. Sebagai seorang akademisi, beliau adalah dosen pascasarjana bidang fiqh muamalah ekonomi keuangan kontemporer, hukum perbankan Syariah, dan ushul fiqh ekonomi keuangan di beberapa universitas terkemuka di Indonesia antara lain : dosen Pascasarjana Ekonomi dan Keuangan Syariah PSTTI Universitas Indonesia (UI), dosen Pascasarjana Islamic Economics and Finance Universitas Trisakti, dosen Pascasarjana Manajemen Perbankan dan Keuangan Syariah di Universitas Paramadina, dan Dosen Pascasarjana Ekonomi Islam Universitas Az-Zahra, Dosen Pascasarjana Ekonomi Islam STAIN, Dia juga mengajar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Universitas Prof. Dr HAMKA.
Selain itu beliau cukup banyak membimbing thesis mahasiswa pascasarjana di berbagai universitas terkait perbankan dan keuangan Islam serta aplikasi kontrak-kontrak syariah di perbankan dan keuangan syariah. Beliau juga sangat aktif sebagai pembicara pada berbagai forum seminar dan workshop baik nasional maupun international.(lihat CV beliau di blog agustianto.com)
Sebagai pakar yang ahli di bidang perbankan dan keuangan syariah, beliau juga diamanahkan sebagai Dewan Pengawas Syariah (DPS) di beberapa Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia, seperti DPS di Asuransi Syariah Jasa Raharja Putra, DPS Leasing Syariah PT Patra Multifinance, DPS PT Ahadnet International, DPS PT Persada Ventura Syariah, dan DPS pada Waqf Fund Management. Beliau juga adalah instruktur (narasumber) pada Forum Doktor Ekonomi Islam for Comtemporary Fiqh Muamalah Studies, juga nara sumber utama pada Forum Ulama Timur Tengah untuk Kajian Fiqh Muamalah Kontemporer.
Selain aktif sebagai pembicara pada berbagai forum seminar dan workshop baik nasional maupun internasional, beliau juga adalah penulis produktif tentang ekonomi Islam di berbagai media massa nasional cetak dan elektronik serta menjabat sebagai Dewan Redaksi Majalah Sharing, majalah ekonomi syariah paling terkemuka di Indonesia. Dia tidak saja menguasai ilmu ushul fiqh ekonomi keuangan dan konsep fiqh muaalah kontemporer tetapi juga memahami praktek operasionalnya di perbankan. Keahliannya tentang teknis operasional tersebut dikarenakan beliau telah berpengalaman menguji (debrief) lebih dari 1000an karyawan dan officer bank syariah di seluruh Indonesia tentang tingkat pemahaman mereka mengenai perbankan syariah dan aplikasi akad-akad muamalah di dalamnya. Pendidikannya S1 dan S2 Bidang Syariah dan S3 di Program Doktor Ekonomi islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Dalam organisasi MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) beliau dipercaya sebagai Ketua Departemen MES bidang Pembinaan Anggota dan Pengembangan Wilayah.
Biaya :
Biaya perorang Rp 1.250.000.
Jika mendaftar sebelum tanggal 3 Desember, biaya perorang hanya Rp 1.000.000,-

Jika lembaga / perusahaan mendaftar secara groupsebanyak 3 orang discount 15 %.
Jika lembaga / perusahaan mendaftar sebelum tanggal 3 Desember discount 20 %.

Kontak person ;
– Joko Wahyuhono ( Jakarta 021 91859977)
– Yunita Anggraini (Training Kategori A, B, C)
– Khalil Gibran (081396519767)
– Email : dimasjoko@gmail.com, agustianto2030@gmail.com

Fasilitas ;
– Ruang ber-AC, Modul Training, Sertifikat, Makan Siang, Snack, dll.

Bakal Dikuasai BRI Syariah

Bakal Dikuasai BRI Syariah
Kun Wahyu Winasis, Dikdik Taufik Hidayat, dan Rintho Manunggal
Kelak, setiap musim haji tiba, Bank BRI bakal mendapat berkah yang luar biasa besar. Soalnya, kira-kira pada tahun 2008 nanti, semua setoran haji bakal dikelola oleh bank pelat merah itu. Ya, begitulah kabar hot yang kini beredar kuat di kalangan para bankir syariah. Bahkan, saking panasnya informasi itu, banyak bankir yang menanggapinya dengan penuh emosional.

“Memangnya apa kelebihan BRI Syariah, kok tiba-tiba mendapat kepercayaan begitu besar,” kata seorang bankir syariah. Bahkan, seorang direktur di sebuah bank syariah menuding ada maksud tertentu di balik rencana tersebut. “Ini kepentingan politis. Masa bank syariah lain tidak dianggap. Ingat, dana haji milik umat, jadi harus dikelola secara adil,” tegasnya.

Artikel Lain
Ada Korupsi (Lagi) di Jamsostek?
Sulitnya Menjadi Tuan di Rumah Sendiri
Melacak Jejak Lama Sukanto Tanoto
Freeport Makin Repot
Bakal Dikuasai BRI Syariah
Syafruddin Temenggung di Atas Angin
Lativi, Jerat Kedua buat Neloe Cs
Si Mono yang Terbelah
Jurus Ampuh Memenangi Persaingan
Diet Baru Model Sampoerna

Memang benar, pemerintah belum mengambil keputusan final ihwal bank yang bakal menjadi pengelola dana haji. Menteri Agama, Maftuh Basuni, juga mengaku belum ada kata putus. Meski demikian, banyak bankir menilai penunjukan BRI syariah hanya tinggal formalitas saja. Apalagi, seperti diungkapkan sumber TRUST, Departemen Agama (Depag) kelihatannya lebih condong memilih BRI Syariah sebagai pengelola haji mulai tahun 2008. Konon, Januari lalu, Maftuh sudah memanggil Sofyan Basyir untuk mendiskusikan masalah tersebut.

Langkah Depag untuk menunjuk BRI semakin mantap, kata sumber, lantaran sejumlah anggota DPR–yang kini sedang menggodok Rancangan Undang-Undang (RUU) Haji–juga memiliki pemikiran yang sama. Bahkan, Latifah Iskandar, anggota Komisi VIII DPR RI, menganggap BRI memiliki kompetensi yang memadai untuk mengelola dana haji. “Infrastruktur bank ini sudah sampai ke pelosok desa. Makanya BRI bisa menjadi pembuka jalan,” ujar politisi yang terlibat dalam pembahasan RUU Haji ini.

Sumber tadi melanjutkan, ada sejumlah pertimbangan yang membuat Depag memilih BRI Syariah. Di samping kinerjanya paling solid dibandingkan bank BUMN lain, BRI juga memiliki jaringan paling luas. Sampai saat ini, kata Sofyan Basyir, Dirut Bank BRI, jumlah kantor perusahaannya mencapai 4.800 unit. Dengan jumlah kantor sebanyak itu dan mampu menjangkau hingga pelosok desa, kata si pejabat, Depag beranggapan BRI mampu memberikan pelayanan yang optimal. Setidaknya, bank tersebut bisa menggantikan peran puluhan bank yang kini terlibat dalam siskohat haji.

Benar, jaringan BRI Syariah masih sangat terbatas. Saat ini baru terdiri dari 17 kantor cabang dan 18 kantor cabang pembantu. Akan tetapi, dengan keluarnya PBI No. 8/3/PBI/2006 (TRUST edisi 17-4), BRI Syariah kini bisa lebih leluasa membuka kantor layanan di bank konvensional. Itu sebabnya, kata Sofyan, saat ini layanan syariah bisa diakses di 4.800 kantor BRI. Jadi tidak aneh jika seorang bankir syariah menuding bahwa keluarnya PBI tadi merupakan bagian dari rencana untuk memuluskan niat pemerintah menunjuk BRI. “Dulu praktik seperti itu tidak diperbolehkan. Tapi kenapa sekarang tiba-tiba aturan itu keluar? Ini yang agak aneh,” ujar si bankir.

Namun, tudingan tersebut langsung dibantah Bank Indonesia. “Keluarnya aturan ini tidak ada kaitannya dengan masalah itu (penunjukan BRI Syariah). Tapi kalau memang bisa dimanfaatkan, ya silakan saja,” ujar Harisman, Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia.

Sebenarnya, kata seorang pejabat Departemen Agama, pemerintah berharap BRI Syariah sudah mulai mengelola setoran haji mulai tahun 2007. Maklum, jika terlalu lama ditangani banyak bank, koordinasinya menjadi lebih rumit. “Depag cukup pusing jika masih melibatkan banyak bank,” ungkapnya. Tapi, belakangan, manajemen BRI merasa keberatan jika order tadi harus dipercepat. Sebab, kendati jaringannya cukup luas, hingga kini sistem informasi di BRI belum seluruhnya terintegrasi. Dari 4.800 kantor, kabarnya, baru 400-an kantor yang sudah online.

BRI Syariah Bakal Dipisah

Padahal, agar penanganan dana haji berjalan mulus, semua jaringan harus online. “Persis seperti yang kini dijalankan dalam sistem siskohat haji milik Departemen Agama,” tutur si pejabat. Itu sebabnya kini manajemen BRI bekerja keras menyiapkan infrastrukturnya agar bisa dipakai pada tahun 2008 kelak. Di samping mengintegrasikan seluruh jaringan, BRI kabarnya juga akan memperbanyak jumlah kantor layanannya. Sebagai langkah awal, baru-baru ini BRI telah merilis 113 kantor baru. Dari jumlah sebanyak itu, 20 di antaranya beroperasi secara syariah dan sisanya konvensional.

Selain itu, untuk lebih meyakinkan publik, BRI juga berniat memoles Unit Usaha Syariah-nya. Bahkan, seperti dikatakan Sofyan, pihaknya kini tengah mematangkan rencana menjadikan BRI Syariah sebagai Bank Umum Syariah seperti Bank Syariah Mandiri atau Bank Muamalat. “BRI Syariah tidak menjadi unit lagi,” katanya. Kelak, untuk mempercepat operasional bank, BRI Syariah akan memanfaatkan sistem informasi yang dimiliki Bank BRI. Dengan begitu, dana yang dikeluarkan bisa lebih dihemat.

Namun, sayangnya, mantan Dirut Bank Bukopin itu enggan berkomentar ihwal rencana pemerintah menunjuk BRI sebagai pengelola dana haji mulai tahun 2008. Tapi, dari nada bicaranya, Sofyan sepertinya tahu benar mengenai informasi tersebut. “Kami tidak tahu. Tapi, kalau itu terjadi, alhamdulillah,” tuturnya. Yang jelas, Sofyan menambahkan, BRI akan siap apabila diberi kepercayaan mengelola dana haji.

Nah, bila akhirnya pemerintah benar-benar mengalihkan setoran haji hanya ke BRI Syariah, tentu akan banyak bank yang gigit jari. Sebab, jika semua dialihkan ke BRI, maka izin yang telah diberikan Depag kepada sekitar 42 bank untuk mengelola dana haji bakal dicabut. Makanya kini di kalangan para bankir beredar rencana menolak usulan tersebut. Maklum, selama ini, untuk bisa mengelola dana haji, bank telah mengeluarkan dana cukup besar, baik untuk meningkatkan kualitas layanan ataupun menambah jumlah jaringan. Riawan Amin (Dirut PT Bank Muamalat Indonesia) berharap pemerintah bersikap bijak sebelum mengambil keputusan.

Namun, seorang bankir berharap para koleganya tidak menanggapi kabar tadi dengan penuh emosi. Selain keputusan belum diambil, sejauh ini pembahasan RUU haji juga belum selesai. Bahkan seperti diungkapkan Latifah Iskandar (politisi PAN), selain BRI yang memang menjadi kandidat kuat, sejatinya peluang bank-bank syariah lain untuk terlibat dalam pengelolaan dana haji masih cukup terbuka. Sebuah sumber di DPR mengungkapkan, dalam pertemuan dengan para bankir syariah beberapa waktu lalu, BRI justru tidak menginginkan pengelolaan tunggal. “BRI malah menyodorkan bentuk konsorsium syariah. Tapi kelihatannya banyak anggota DPR yang kurang setuju,” ungkapnya.

Sayang, Menteri Agama Maftuh Basuni masih enggan berkomentar tentang polemik tersebut. “Saya belum bisa membicarakan masalah itu. Keputusannya belum ada,” ujarnya kepada Julianto dari TRUST sembari bergegas menuju mobil Dinasnya, B 33, Kamis, pekan lalu.

SBY: Bank Syariah Harus Garap Zakat

04/02/2009 – 11:41
<!– reset –>
SBY: Bank Syariah Harus Garap Zakat
Wahid Ma’ruf

INILAH.COM, Jakarta – Perbankan syariah diminta melakukan revitalisasi sektor zakat, infaq dan shodaqoh untuk semakin menggerakkan ekonomi masyarakat.

Hal itu dapat dilakukan sebab selama ini perbankan syariah telah berperan dalam pembiayaan sektor UKM, kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pembukaan Festival

Ekonomi Syariah II.

“Dengan revitalisasi tersebut perbankan syariah akan dapat semakin berperan dalam mengentaskan kemiskinan dan program perberdayaan kepada masyarakat,” kata Presiden di JJC, Rabu (4/2).

Presiden mengutip laporan yang diterima tentang perkembangan perbankan syariah, yaitu deposit fund yang dilakukan dari 2003 sekitar Rp 5,72 triliun, menjadi Rp 28,1 triliun pada 2007 dan pada 2008 menjadi Rp 36,85 triliun.

Untuk pembiayaan, pada 2003 masih sekitar Rp 5,53 triliun dan pada 2007 menjadi Rp 27,94 triliun serta membengkak lagi menjadi Rp 38,19 triliun pada tahun berikutnya.

“Pembiayaan ini sudah membuktikan bahwa bank syariah dapat menggerakkan ekonomi, terutama sektor UKM,” katanya.

Perbankan syariah ke depan harus dapat lebih tahan terhadap benturan krisis ekonomi global. Untuk itu para pelaku perbankan syariah dan ekonomi syariah untuk dapat membekali kebutuhan tersebut.

Apalagi ekonomi syariah diharapkan dapat membantu mengurangi pengangguran dan menggerakkan sektor riil. Jadi penerapan prinsip-prinsip ekonomi syariah harus tetap dikedepankan.

Dalam pertumbuhan ekonomi sekarang ini, lanjut presiden, sistem ekonomi syariah ternyata mampu bertahan dalam menghadapi krisis ekonomi global.

Sistem ekonomi berbasis syariah, selain memiliki karakteristik positif yang menonjolkan aspek keadilan dan kejujuran dalam bertransaksi, juga menawarkan investasi yang beretika, mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan, dalam berproduksi serta menghindari kegiatan spekulatif dalam bertransaksi keuangannya.

“Oleh karena itu, kemanfaatannya harus terus kita tingkatkan sehingga dapta dinikmati tidak saja oleh umat Islam tetapi juga oleh semua warga bangsa tanpa kecuali,” paparnya.

Dalam kurun waktu setahun terakhir, perbankan syariah di Indonesia meksipun harus menghadapi tantangan krisis keuangan global, tetap dapat menikmati pertumbuhan yang cukup tinggi, yaitu sekitar 35% per tahun. [tra]

AXA Mandiri Luncurkan Produk Syariah

AXA Mandiri Luncurkan Produk Syariah
03-07-2009, 10:37:29

JAKARTA – Besarnya potensi produk Syariah di Indonesia, mendorong AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) meluncurkan produk baru berbasis Syariah. Mulai semester kedua 2009, perusahaan patungan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan National Mutual International PTY Ltd– meluncurkan produk Mandiri Rencana Sejahtera Syariah.”Ini respon AXA Mandiri atas tingginya permintaan nasabah untuk perlindungan asuransi berbasis syariah,” kata Albertus Wiroyo, Presdir Direktur AXA Mandiri disela-sela launching Mandiri Rencana Sejahtera Syariah, kemarin, (1/7)

Menurut dia, produk berbasis syariah ini sejalan dengan komitmen AXA Mandiri dalam upaya untuk terus melayani kebutuhan nasabah. Apalagi penetrasi produk syariah di Indonesia masih sangat kecil dibandingkan dengan negara lain seperti Malaysia. Sementara itu pangsa pasar asuransi syariah sangat lah besar. “Pasar asuransi syariah di Tanah Air yang tergarap baru 5%, yang 95% masih asuransi konvensional,” tutur Albertus.

Lebih lanjut dikatakan, AXA Mandiri optimis permintaan atas asuransi Syariah akan membantu peningkatan penetrasi asuransi jiwa di Indonesia, dan sekaligus penetrasi pangsa pasar AXA Mandiri. Apalagi dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat atas manfaat dari produk asuransi yang ditawarkan serta ada tanda-tanda membaiknya ekonomi, asuransi berbasis syariah di Tanah Air akan tumbuh di masa depan. Itu sebabnya, Albertus optimis permintaan asuransi syariah dapat meningkatkan penetrasi asuransi jiwa di Indonesia. “Mandiri Rencana Sejahtera Syariah bisa menjadi pilihan bagi para nasabah dan calon nasabah,” ujarnya.

Mandiri Rencana Sejahtera Syariah dari AXA Mandiri merupakan produk unit link yang sangat fleksible yang dapat di sesuaikan dengan profil dan kebutuhan dari nasabah dalam melakukan perencanaan keuangan keluarga. Produk ini memiliki beberapa jenis asuransi tambahan dan pilihan fund yang dapat dipilih oleh nasabah untuk mengoptimalkan manfaatnya.

Albertus mengatakan, terdapat dua pilihan investasi melalui dana yang dikelola oleh Mandiri Managemen Investasi (MMI), yaitu saham dan obligasi. “Untuk di saham kami akan masuk perusahaan-perusahaan listing di bursa yang tidak melanggar prinsip syariah. Misal perusahaan minuman beralkohol kami nggak masuk,” tuturnya.

Menyinggung target, AXA Mandiri meraup nasabah baru, Albertus mengatakan optimis. “Indikasinya pasar yang demikian luas, kami optimistis bahwa melalui Mandiri Rencana Sejahtera Syariah ini, premi baru syariah yang dapat diraih diperkirakan dapat mencapai 150 Milyar sampai akhir tahun ini.” Selanjutnya, ia optimis pertumbuhan premi baru tiap tahunnya sekitar 25%.

AXA Mandiri didirikan pada 2003 dan terus berkembang dengan baik. Berdasar laporan keuangan Desember 2008, AXA Mandiri berhasil mencapai Risk Base Capital (RBC) sebesar 1463 persen jauh di atas ketentuan pemerintah dan membukukan laba bersih sebesar Rp 150,7 miliar. Saat ini memiliki lebih dari 500.000 nasabah tersebar di lebih dari 1.000 cabang bank Mandiri.

Dalam rangka peluncuran produk baru ini, AXA Mandiri memberikan 5 paket Umroh/ perjalanan rohani serta 500 buah handphone kepada nasabah sebagai hadiah langsung. “Paket Umroh dan 500 buah handphone, diberikan kepada nasabah syariah yang memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan,” tutur Albertus. (dikutip dari berbagai sumber)

Sumber : MES Neswroom

Perbankan syariah bisa kelola dana wakaf

Rabu, 24/06/2009 19:33 WIB

Perbankan syariah bisa kelola dana wakaf

oleh : Fajar Sidik

JAKARTA (bisnis.com): Perbankan syariah memiliki alternatif sumber dana dari wakaf tunai yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung ekspansi pembiayaan selain sumber dana pihak ketiga.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D Hadad mengutarakan perbankan syariah bisa mengelola dana wakaf tunai yang saat ini tengah dirumuskan mekanismenya sehingga menambah sumber dana murah.

“Saat ini tengah dikembangkan wakaf tunai yang dapat dikelola perbankan syariah. Untuk meningkatkan nilai tambah dana itu bisa disalurkan untuk kegiatan pembiayaan yang nantinya akan ada pola bagi hasil yang tengah dirumuskan,” ujarnya di Jakarta hari ini.

Wakaf merupakan pembekuan hak milik/harta seseorang yang bertujuan untuk memberikan manfaat bagi orang lain yang berhak dan dipergunakan sesuai dengan hukum syariah. Untuk meningkatkan manfaat wakaf, Badan Wakaf Indonesia bersama perbankan mendorong nasabah dan masyarakat untuk berwakaf juga dengan uang tunai. Selama ini wakaf lebih banyak berbentuk aset tidak bergerak seperti bidang tanah/lahan.

Muliaman menjelaskan sumber dana dari wakaf tunai ini sebenarnya tidak memiliki biaya dana karena bukan tabungan atau deposito yang harus membayar margin setiap bulannya. Dia menjelaskan perbankan juga akan berperan dalam mengubah paradigma tentang wakaf untuk diarahkan ke kegiatan yang lebih produktif seperti disalurkan ke pembiayaan yang sesuai dengan pola ekonomi syariah.

Selama ini, kata dia, wakaf lebih identik dengan aset tidak bergerak seperti bidang tanah sehingga lebih banyak digunakan untuk pemakaman dan sebagian untuk yayasan pendidikan dan rumah ibadah.

“Di negara lain lain wakaf mulai diarahkan untuk kegiatan yang lebih produktif seperti dibangun perkantoran dan dari hasil tersebut digunakan untuk pembangunan atau beasiswa sehingga dana itu terus bergulir,” jelasnya.

Muliaman menyatakan saat ini dana wakaf akan mulai dimaksimalkan untuk menumbuhkan nilai ekonomi terhadap barang-barang sehingga bentuknya tidak hanya aset tidak bergerak tapi bisa dalam bentuk uang tunai. (tw)