Bakal Dikuasai BRI Syariah

Bakal Dikuasai BRI Syariah
Kun Wahyu Winasis, Dikdik Taufik Hidayat, dan Rintho Manunggal
Kelak, setiap musim haji tiba, Bank BRI bakal mendapat berkah yang luar biasa besar. Soalnya, kira-kira pada tahun 2008 nanti, semua setoran haji bakal dikelola oleh bank pelat merah itu. Ya, begitulah kabar hot yang kini beredar kuat di kalangan para bankir syariah. Bahkan, saking panasnya informasi itu, banyak bankir yang menanggapinya dengan penuh emosional.

“Memangnya apa kelebihan BRI Syariah, kok tiba-tiba mendapat kepercayaan begitu besar,” kata seorang bankir syariah. Bahkan, seorang direktur di sebuah bank syariah menuding ada maksud tertentu di balik rencana tersebut. “Ini kepentingan politis. Masa bank syariah lain tidak dianggap. Ingat, dana haji milik umat, jadi harus dikelola secara adil,” tegasnya.

Artikel Lain
Ada Korupsi (Lagi) di Jamsostek?
Sulitnya Menjadi Tuan di Rumah Sendiri
Melacak Jejak Lama Sukanto Tanoto
Freeport Makin Repot
Bakal Dikuasai BRI Syariah
Syafruddin Temenggung di Atas Angin
Lativi, Jerat Kedua buat Neloe Cs
Si Mono yang Terbelah
Jurus Ampuh Memenangi Persaingan
Diet Baru Model Sampoerna

Memang benar, pemerintah belum mengambil keputusan final ihwal bank yang bakal menjadi pengelola dana haji. Menteri Agama, Maftuh Basuni, juga mengaku belum ada kata putus. Meski demikian, banyak bankir menilai penunjukan BRI syariah hanya tinggal formalitas saja. Apalagi, seperti diungkapkan sumber TRUST, Departemen Agama (Depag) kelihatannya lebih condong memilih BRI Syariah sebagai pengelola haji mulai tahun 2008. Konon, Januari lalu, Maftuh sudah memanggil Sofyan Basyir untuk mendiskusikan masalah tersebut.

Langkah Depag untuk menunjuk BRI semakin mantap, kata sumber, lantaran sejumlah anggota DPR–yang kini sedang menggodok Rancangan Undang-Undang (RUU) Haji–juga memiliki pemikiran yang sama. Bahkan, Latifah Iskandar, anggota Komisi VIII DPR RI, menganggap BRI memiliki kompetensi yang memadai untuk mengelola dana haji. “Infrastruktur bank ini sudah sampai ke pelosok desa. Makanya BRI bisa menjadi pembuka jalan,” ujar politisi yang terlibat dalam pembahasan RUU Haji ini.

Sumber tadi melanjutkan, ada sejumlah pertimbangan yang membuat Depag memilih BRI Syariah. Di samping kinerjanya paling solid dibandingkan bank BUMN lain, BRI juga memiliki jaringan paling luas. Sampai saat ini, kata Sofyan Basyir, Dirut Bank BRI, jumlah kantor perusahaannya mencapai 4.800 unit. Dengan jumlah kantor sebanyak itu dan mampu menjangkau hingga pelosok desa, kata si pejabat, Depag beranggapan BRI mampu memberikan pelayanan yang optimal. Setidaknya, bank tersebut bisa menggantikan peran puluhan bank yang kini terlibat dalam siskohat haji.

Benar, jaringan BRI Syariah masih sangat terbatas. Saat ini baru terdiri dari 17 kantor cabang dan 18 kantor cabang pembantu. Akan tetapi, dengan keluarnya PBI No. 8/3/PBI/2006 (TRUST edisi 17-4), BRI Syariah kini bisa lebih leluasa membuka kantor layanan di bank konvensional. Itu sebabnya, kata Sofyan, saat ini layanan syariah bisa diakses di 4.800 kantor BRI. Jadi tidak aneh jika seorang bankir syariah menuding bahwa keluarnya PBI tadi merupakan bagian dari rencana untuk memuluskan niat pemerintah menunjuk BRI. “Dulu praktik seperti itu tidak diperbolehkan. Tapi kenapa sekarang tiba-tiba aturan itu keluar? Ini yang agak aneh,” ujar si bankir.

Namun, tudingan tersebut langsung dibantah Bank Indonesia. “Keluarnya aturan ini tidak ada kaitannya dengan masalah itu (penunjukan BRI Syariah). Tapi kalau memang bisa dimanfaatkan, ya silakan saja,” ujar Harisman, Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia.

Sebenarnya, kata seorang pejabat Departemen Agama, pemerintah berharap BRI Syariah sudah mulai mengelola setoran haji mulai tahun 2007. Maklum, jika terlalu lama ditangani banyak bank, koordinasinya menjadi lebih rumit. “Depag cukup pusing jika masih melibatkan banyak bank,” ungkapnya. Tapi, belakangan, manajemen BRI merasa keberatan jika order tadi harus dipercepat. Sebab, kendati jaringannya cukup luas, hingga kini sistem informasi di BRI belum seluruhnya terintegrasi. Dari 4.800 kantor, kabarnya, baru 400-an kantor yang sudah online.

BRI Syariah Bakal Dipisah

Padahal, agar penanganan dana haji berjalan mulus, semua jaringan harus online. “Persis seperti yang kini dijalankan dalam sistem siskohat haji milik Departemen Agama,” tutur si pejabat. Itu sebabnya kini manajemen BRI bekerja keras menyiapkan infrastrukturnya agar bisa dipakai pada tahun 2008 kelak. Di samping mengintegrasikan seluruh jaringan, BRI kabarnya juga akan memperbanyak jumlah kantor layanannya. Sebagai langkah awal, baru-baru ini BRI telah merilis 113 kantor baru. Dari jumlah sebanyak itu, 20 di antaranya beroperasi secara syariah dan sisanya konvensional.

Selain itu, untuk lebih meyakinkan publik, BRI juga berniat memoles Unit Usaha Syariah-nya. Bahkan, seperti dikatakan Sofyan, pihaknya kini tengah mematangkan rencana menjadikan BRI Syariah sebagai Bank Umum Syariah seperti Bank Syariah Mandiri atau Bank Muamalat. “BRI Syariah tidak menjadi unit lagi,” katanya. Kelak, untuk mempercepat operasional bank, BRI Syariah akan memanfaatkan sistem informasi yang dimiliki Bank BRI. Dengan begitu, dana yang dikeluarkan bisa lebih dihemat.

Namun, sayangnya, mantan Dirut Bank Bukopin itu enggan berkomentar ihwal rencana pemerintah menunjuk BRI sebagai pengelola dana haji mulai tahun 2008. Tapi, dari nada bicaranya, Sofyan sepertinya tahu benar mengenai informasi tersebut. “Kami tidak tahu. Tapi, kalau itu terjadi, alhamdulillah,” tuturnya. Yang jelas, Sofyan menambahkan, BRI akan siap apabila diberi kepercayaan mengelola dana haji.

Nah, bila akhirnya pemerintah benar-benar mengalihkan setoran haji hanya ke BRI Syariah, tentu akan banyak bank yang gigit jari. Sebab, jika semua dialihkan ke BRI, maka izin yang telah diberikan Depag kepada sekitar 42 bank untuk mengelola dana haji bakal dicabut. Makanya kini di kalangan para bankir beredar rencana menolak usulan tersebut. Maklum, selama ini, untuk bisa mengelola dana haji, bank telah mengeluarkan dana cukup besar, baik untuk meningkatkan kualitas layanan ataupun menambah jumlah jaringan. Riawan Amin (Dirut PT Bank Muamalat Indonesia) berharap pemerintah bersikap bijak sebelum mengambil keputusan.

Namun, seorang bankir berharap para koleganya tidak menanggapi kabar tadi dengan penuh emosi. Selain keputusan belum diambil, sejauh ini pembahasan RUU haji juga belum selesai. Bahkan seperti diungkapkan Latifah Iskandar (politisi PAN), selain BRI yang memang menjadi kandidat kuat, sejatinya peluang bank-bank syariah lain untuk terlibat dalam pengelolaan dana haji masih cukup terbuka. Sebuah sumber di DPR mengungkapkan, dalam pertemuan dengan para bankir syariah beberapa waktu lalu, BRI justru tidak menginginkan pengelolaan tunggal. “BRI malah menyodorkan bentuk konsorsium syariah. Tapi kelihatannya banyak anggota DPR yang kurang setuju,” ungkapnya.

Sayang, Menteri Agama Maftuh Basuni masih enggan berkomentar tentang polemik tersebut. “Saya belum bisa membicarakan masalah itu. Keputusannya belum ada,” ujarnya kepada Julianto dari TRUST sembari bergegas menuju mobil Dinasnya, B 33, Kamis, pekan lalu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: