BRI Syariah Fokus Sektor Komersial

By Republika Newsroom
Rabu, 01 Juli 2009 pukul 18:18:00

JAKARTA — BRI Syariah memiliki fokus pembiayaan ke sektor ritel sebesar 70 persen, sementara sisanya ke sektor komersial. Namun untuk mencapai target outstanding pembiayaan di tahun ini yang mencapai Rp 3 triliun, BRI Syariah akan menggenjot pembiayaan di sektor komersial. Direktur Utama BRI Syariah, Ventje Rahardjo mengatakan untuk menggenjot pembiayaan pihaknya akan fokus pada pembiayaan berjumlah besar di atas Rp 50 miliar. “Ritel BRI Syariah belum sepenuhnya matang karena itu kita fokus dulu di sektor komersial,” kata Ventje dalam konferensi pers Grand Launching BRI Syariah di Hotel Mulia, Rabu (1/7).

Sektor komersial yang dibidik terutama adalah telekomunikasi, energi, kontraktor BUMN, dan jalan tol. Ventje mengatakan setelah kantor cabang lebih matang dan segala sesuatunya untuk ritel telah siap maka BRI Syariah akan mempercepat pertumbuhan ritel. Saat ini BRI Syariah memiliki 55 kantor cabang dan akan ditambah hingga mencapai 73 kantor cabang di tahun ini.

Selain kantor cabang optimalisasi office channeling juga dilakukan dengan memanfaatkan kantor cabang BRI yang mencapai 5000 kantor. “Tahun ini kita uji coba office channeling sampai 50 unit dulu. Begitu uji coba selesai dan model sudah dapat yang sesuai maka kantor cabang BRI yang memenuhi syarat minimum akan menjadi office channeling,” papar Ventje.

Hingga 2010 BRI Syariah menargetkan minimal 1000 kantor BRI menjadi office channeling BRI Syariah. Secara bertahap, tambahnya, BRI Syariah akan memiliki office channeling di seluruh kantor BRI sesuai dengan potensi bisnis masing-masing wilayah. Untuk menjaring sektor ritel BRI Syariah memiliki produk KPR Syariah, gadai dan tabungan haji.

Direktur Bisnis BRI Syariah, Ari Purwandono mengatakan untuk ritel pihaknya mengembangkan rumah sederhana bekerja sama dengan Kementerian Negara Perumahan Rakyat, layanan remittance dan produk gadai. “Untuk produk gadai akan kita kembangkan hingga 50 konter,” kata Ari.

Saat ini BRI Syariah memiliki 14 konter gadai dan di bulan ini akan ditambah lagi enam unit. Secara bertahap konter gadai akan dikembangkan ke beberapa kota. Untuk mencapai target pembiayaan BRI Syariah juga akan menjalin linkage program dengan lembaga keuangan lainnya seperti BMT, BPRS atau multifinance. “Karena keterbatasan outlet kita akan salurkan pembiayaan lewat BPRS dan BMT yang bisa menggerakkan ekonomi bawah,” kata Ari. Tercatat saat ini BRI Syariah memiliki aset Rp 1,5 triliun dengan pembiayaan Rp 1 triliun. gie/kpo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: